Pacarku Bukan Manusia Aku Mencintai Makhluk Eldritch

Oleh VOXBLICK

Rabu, 24 Desember 2025 - 03.20 WIB
Pacarku Bukan Manusia Aku Mencintai Makhluk Eldritch
Pacar misterius nan menakutkan (Foto oleh Dorran)

VOXBLICK.COM - Angin malam di kota kecil tempatku tinggal selalu membawa aroma tanah basah dan sunyi yang menusuk. Tapi sejak aku mengenal Lara, malam-malamku tak pernah lagi sama. Ada sesuatu pada dirinyacara ia tersenyum di bawah lampu jalan yang redup, cara matanya tak pernah benar-benar menangkap cahayayang membuatku terus kembali, meski hatiku dipenuhi tanda tanya dan kecemasan yang samar.

Semuanya bermula sederhana, seperti kisah cinta remaja kebanyakan. Kami bertemu di perpustakaan tua itu, di antara rak buku berdebu dan suara jam berdetak pelan.

Tapi setiap kali aku bersamanya, dunia seolah mengabur, hanya menyisakan kami berdua di tengah hening yang anehnya terasa dalam. Lara selalu memilih tempat gelap, menghindari keramaian, dan suaranya kadang bergetar seperti gema dari lorong jauh. Namun, aku terlalu jatuh cinta untuk peduli pada hal-hal aneh itu.

Pacarku Bukan Manusia Aku Mencintai Makhluk Eldritch
Pacarku Bukan Manusia Aku Mencintai Makhluk Eldritch (Foto oleh cottonbro studio)

Malam-malam Bersama Lara

Setiap malam, Lara mengundangku berjalan-jalan di sepanjang sungai yang membelah kota. Ia selalu meminta agar kami bertemu larut, di saat orang-orang sudah terlelap.

Di bawah remang lampu, aku sering mendapati bayangannya tampak lebih gelap dari seharusnya, kadang seolah menari sendiri di permukaan air. Tak jarang tubuhnya terasa dingin saat kugenggam, dingin yang menusuk tulang dan membuatku merinding, tapi aku tetap tak bisa melepaskannya.

  • Suara Lara kadang berubah, berat dan bergema seperti berasal dari jurang tak berujung.
  • Rambutnya terasa aneh, kadang basah seperti habis dicelupkan ke dalam rawa.
  • Ia tak pernah makan atau minum di hadapanku, hanya menatapku dengan senyum tipis yang sulit kutafsirkan.

Pernah suatu malam, aku bercanda menanyakan tentang keluarganya. Lara hanya tersenyum, matanya menatap ke kegelapan di belakangku, lalu berbisik, “Mereka selalu mengawasi kita.

” Saat itu, udara di sekelilingku tiba-tiba menjadi berat, dan aku merasa ada sesuatu yang mengintip dari balik bayang-bayang pepohonan.

Rahasia di Balik Senyuman

Rasa penasaran semakin menggerogoti pikiranku. Aku mulai memperhatikan hal-hal kecil: jejak lumpur aneh di lantai kamarku setiap kali Lara datang, suara-suara lirih di tengah malam, dan bayangan asing di cermin saat aku menunduk untuk mencuci muka.

Semua terasa seperti mimpi buruk yang merembes ke dalam kenyataan.

Satu malam, aku tak tahan lagi. Aku mengikuti Lara pulang, mengendap-endap di balik dinding tua menuju rumahnya yang selalu tampak kosong dan gelap.

Dari celah jendela, aku melihatnya berdiri di tengah ruangan, berbicara dengan sosok-sosok hitam tak berbentuk yang berkumpul di sekelilingnya. Suara mereka bercampur, menciptakan bisikan yang menusuk kepala.

Tiba-tiba, mataku menangkap sesuatu: tubuh Lara perlahan berubah, kulitnya memucat dan retak, matanya membelah menjadi banyak, dan dari punggungnya tumbuh tentakel hitam berkilat. Aku membeku, tubuhku tak mampu bergerak.

Suara Lara, kini berat dan dalam, memanggil namaku. “Kau sudah tahu siapa aku sebenarnya, bukan?”

Antara Cinta dan Mimpi Buruk

Sejak malam itu, aku tak pernah lagi memandang Lara dengan cara yang sama. Tapi anehnya, aku tetap mencarinya. Setiap malam, ia muncul di mimpikuatau mungkin bukan mimpimengulurkan tangan dinginnya, menawarkanku dunia yang tak pernah aku pahami.

Di antara ketakutan dan keinginan, aku terjebak, tak mampu lari, tak ingin pergi.

  • Rasa cinta yang dulu manis kini bercampur dengan teror mendalam.
  • Setiap malam, suara bisikan dari kegelapan makin jelas memanggil namaku.
  • Bayangan Lara selalu menunggu di sudut mataku, bahkan saat matahari bersinar terang.

Malam ini, aku kembali berjalan di tepi sungai, menunggu Lara muncul dari gelap. Di kejauhan, aku melihat sosoknyaatau sesuatu yang menyerupai dirinyamelangkah perlahan ke arahku.

Aku tahu, apa pun yang terjadi malam ini, hidupku tak akan pernah sama lagi.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0