Permainan Polaroid Misterius yang Masih Berlanjut di Tengah Malam

Oleh VOXBLICK

Rabu, 10 Desember 2025 - 01.20 WIB
Permainan Polaroid Misterius yang Masih Berlanjut di Tengah Malam
Permainan Polaroid Misterius (Foto oleh Hasan Albari)

VOXBLICK.COM - Malam itu terlalu sunyi untuk disebut biasa. Aku, Raka, menatap jam dinding yang nyaris mencapai pukul dua dini hari. Udara kamar terasa dingin menusuk, dan hanya suara detik jam yang menemani langkahku di lorong rumah tua peninggalan kakek. Di sudut ruangan, tergeletak kamera Polaroid usang yang baru saja kutemukan di lemari kayu. Tiba-tiba, dorongan aneh membuatku ingin mencoba permainan lama yang pernah diceritakan Ibu: permainan Polaroid di tengah malam. Katanya, jika berani memotret tanpa ada siapa pun di ruangan, terkadang ada sesuatu yang ikut tertangkap di dalam gambar. Aku tertawa kecil, menganggapnya hanya mitos, tapi malam itu, entah kenapaaku ingin membuktikannya sendiri.

Permainan yang Tak Seharusnya Dimulai

Dengan tangan sedikit gemetar, aku mengangkat kamera ke depan cermin besar di ruang tamu. Lampu redup. Tak ada suara selain napasku sendiri. Aku menekan tombol shutter cahaya kilat menyambar sejenak, kemudian hening kembali menyelimuti.

Hasil foto perlahan muncul di permukaan kertas, samar-samar membentuk sosokku sendiri. Tapi... ada sesuatu yang aneh. Di belakang bahuku, bayangan hitam berdiri, samar namun jelas tak pernah ada di sana sebelumnya. Jantungku berdegup kencang. Aku melirik ke belakangkosong. Tidak ada siapa-siapa.

Permainan Polaroid Misterius yang Masih Berlanjut di Tengah Malam
Permainan Polaroid Misterius yang Masih Berlanjut di Tengah Malam (Foto oleh John Barnard)

Perasaan tidak nyaman mulai merayap. Aku mencoba menenangkan diri, meyakinkan bahwa itu hanya efek cahaya. Namun, rasa penasaran lebih kuat daripada ketakutanku.

Aku mengambil satu foto lagikali ini menghadap lorong gelap yang mengarah ke kamar tidur kakek. Flash menyala, dan aroma kimia khas Polaroid memenuhi udara. Saat foto kedua muncul, aku terpaku: di antara gelap lorong, sepasang mata hitam bulat menatap lurus ke arahku. Tak ada tubuh, hanya mata.

Malam yang Tak Pernah Usai

Tak ingin sendirian, aku menghubungi Dito dan Sari, dua sahabatku. Mereka tiba dalam waktu setengah jam, membawa gelak tawa yang terdengar dipaksakan. "Kamu pasti ngarang, Rak. Mana ada begituan," kata Sari, berusaha menertawakanku.

Tapi saat kuberikan foto-foto itu, tawa mereka menghilang. Kami memutuskan bermain bersama, mencoba memastikan semua hanya kebetulan.

  • Pertama, kami memotret ruang tamu dalam gelap. Hasilnya, ada siluet tangan di sudut kanan bawah, padahal tak seorang pun berdiri di sana.
  • Kedua, Sari memotret Dito yang duduk di tangga. Di foto, ada bayangan kepala kecil di bawah anak tangga, seperti seorang anak kecil sedang berjongkok, menatap ke atas.
  • Ketiga, kami bertiga berfoto bersama. Saat hasilnya keluar, wajah kami semua tampak kabur, tapi di tengah-tengah, muncul sosok perempuan berambut panjang dengan tatapan kosong.

Ketegangan makin nyata. Sari mulai menangis, Dito diam membisu. Aku sendiri hanya bisa terpekur, menatap tumpukan foto Polaroid yang kini berserakan di lantai. Setiap foto, setiap kilatan cahaya, seolah mengundang sesuatu ke dalam rumah itu.

Entah siapa yang bermain di balik lensa, tapi aku yakin, permainan Polaroid misterius ini tidak pernah benar-benar berakhir.

Siapa yang Masih Bermain?

Malam itu, kami sepakat membakar semua foto dan menyimpan kamera di dalam lemari besi. Namun, ketika pagi menjelang dan kami keluar dari kamar, kami menemukan satu foto Polaroid segar di atas meja makanpadahal kamera telah terkunci rapat.

Di foto itu, terlihat jelas ruang tamu kosong, tapi di sudut jendela, ada sosok seseorang dengan wajah yang sama sekali tidak kami kenali, menatap ke arah kami dari luar.

Sejak malam itu, suara klik kamera Polaroid kadang terdengar lirih di lorong rumah, meski tak ada seorang pun yang memegangnya.

Dan setiap pagi, satu foto baru selalu menanti di meja, memperlihatkan sudut-sudut rumah yang tak pernah kami kunjungi di malam sebelumnya. Permainan ini, sepertinya, belum benar-benar selesai. Atau mungkin, kami hanya pion dalam sebuah permainan yang sudah lama dimulai oleh sesuatu di balik lensa itu.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0