Setelah Disambar Petir Aku Melihat Rahasia di Atas Langit

Oleh VOXBLICK

Minggu, 30 November 2025 - 04.35 WIB
Setelah Disambar Petir Aku Melihat Rahasia di Atas Langit
Rahasia langit setelah petir (Foto oleh Ольга Солодилова)

VOXBLICK.COM - Malam itu seharusnya menjadi malam yang biasa. Aku baru saja menutup jendela ketika langit mendadak menyala-nyala, petir mengiris udara, dan dentuman halilintar mengguncang dadaku. Dalam sekejap, kilatan menyambar begitu dekat hingga aku merasa tubuhku terangkat dan segalanya menjadi putih. Rasanya seperti jatuh ke dalam kehampaan, tetapi ketika kesadaranku perlahan kembali, dunia tampak berbeda. Sangat berbeda.

Kaki dan tanganku gemetar, kulitku masih bergetar oleh sisa-sisa listrik yang menari di bawah permukaan. Tapi bukan rasa sakit yang paling kurasakan, melainkan sebuah sensasi anehseolah mataku, entah bagaimana, kini mampu menembus batas langit malam.

Ada sesuatu yang menunggu di atas sana, dan kini aku bisa melihatnya.

Setelah Disambar Petir Aku Melihat Rahasia di Atas Langit
Setelah Disambar Petir Aku Melihat Rahasia di Atas Langit (Foto oleh cottonbro studio)

Bayangan di Balik Mega

Semula, aku mengira itu hanya sisa halusinasi akibat disambar petir. Tapi malam demi malam, setiap aku memandang ke langit, aku melihat bayangan-bayangan itu.

Mereka bergerak di antara awan, bentuknya samar seperti kabut hitam yang menari tanpa suara. Kadang mereka memanjang, melingkar, lalu menghilang seakan tahu aku sedang memperhatikan.

Di antara gemuruh awan dan kilatan petir berikutnya, aku melihat lebih jelas: mata-mata kecil berkerlap-kerlip dari celah-celah mega. Mereka tidak pernah berkedip, hanya menatap ke bawah, ke arahku, ke arah kita semua.

Jantungku membeku, napasku memburu. Apakah selama ini mereka selalu ada di sana, menunggu seseorang yang cukup beruntung untuk bisa melihat mereka?

Bisikan dari Ketinggian

Suatu malam, ketika hujan deras mengguyur atap rumah, aku mendengar suara. Bukan suara petir atau angin, melainkan bisikan lirih, seolah ribuan mulut berbisik serempak dari atas langit:

  • "Kami selalu mengawasi."
  • "Jangan menatap terlalu lama."
  • "Rahasia di atas langit bukan untuk manusia."

Suaranya menembus jendela, menusuk ke dalam mimpi-mimpiku. Setiap kali aku mencoba melupakan, suara itu kembali, semakin jelas, semakin mendesak.

Aku mulai kehilangan waktuberjam-jam berlalu tanpa aku sadari, hanya karena aku terlalu lama menatap langit, mencari mereka.

Malam Ketika Mereka Turun

Suatu malam, listrik di rumah padam. Hanya ada cahaya bulan dan bayangan aneh yang menari di langit. Aku keluar, melangkah ke halaman, dan menengadah. Di sana, jauh di atas, sesuatu bergerak turun perlahan seperti kabut hitam yang merambat di udara.

Aku tidak bisa lari. Kaki-kakiku membeku, tubuhku gemetar, udara di sekitarku menebal.

Mereka turun tanpa suara, membentuk lingkaran di sekelilingku. Mata-mata kecil itu kini tampak lebih dekat, menatapku tanpa ampun. Aku mencoba menjerit, tapi suara tercekat di tenggorokan. Dalam sekejap, aku mengertimereka bukan sekadar bayangan.

Mereka adalah rahasia di atas langit yang selama ini menunggu seseorang untuk membuka mata pada dunia lain.

Ketika Dunia Tidak Pernah Sama Lagi

Sejak malam itu, aku tidak pernah bisa tidur dengan tenang. Setiap gema petir, setiap kilatan cahaya di langit malam, seolah memanggil bayangan-bayangan itu kembali.

Aku tidak tahu apakah mereka hanya memburuku, atau kini mereka juga mengawasi kalian semua.

Setiap orang yang pernah tersambar petir, apakah mereka juga melihat hal yang sama? Atau aku hanya satu dari sekian banyak yang kini menyadari bahwa langit yang kita pandang setiap malam, jauh lebih ramai daripada yang kita duga?

Malam ini, ketika hujan mulai turun lagi, aku mendengar bisikan itu sekali lagi. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda.

Jendela kamarku terbuka sendiri, dan bayangan hitam itu kini berdiri di ambang pintu, menatapku dengan mata-mata kecilnya yang tak pernah berkedip...

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0