Setiap Aku Berkedip, Sesuatu Mati dan Aku Mulai Kehilangan Kendali
VOXBLICK.COM - Aku ingat persis kapan semuanya mulai terasa aneh. Malam itu, lampu-lampu kota menari samar di balik tirai jendelaku yang setengah terbuka. Mataku terasa berat, tapi setiap kali aku berkedip, sesuatu yang sulit dijelaskan menyusup ke dalam kesadaranku. Ada rasa dingin yang menjalar, bukan hanya di kulit, tapi jauh di dalam dada, seperti ada sesuatu yang perlahan-lahan menguap setiap kali aku menutup mata walau hanya sekejap.
Bayangan yang Tak Pernah Sama
Awalnya, aku pikir ini hanya perasaan lelah. Namun, pagi berikutnya, aku terbangun dengan keheningan yang ganjil. Burung-burung yang biasanya berisik di halaman belakang mendadak lenyap.
Tak ada satu pun suara, hanya detak jam dinding yang terasa semakin lambat dan berat. Aku berjalan ke dapur, dan menemukan tanaman favoritku, mawar merah yang selalu mekar indah, kini layu dan menghitam, seakan ada yang menyedot kehidupan dari dalamnya.
Aku mencoba menenangkan diri, membujuk logika bahwa semua ini hanya kebetulan. Tapi semakin aku berusaha mengabaikan, semakin nyata sensasi aneh itu menggenggamku. Setiap kedipan, seolah-olah dunia di sekitarku perlahan kehilangan jiwanya.
Mereka Mulai Menghilang
Aku memperhatikan sekeliling apartemenku. Aku menyadari, benda-benda kecil mulai menghilang. Foto keluargaku di dinding, sepotong cermin kecil di kamar mandi, bahkan suara tetangga yang biasanya ribut di lorongsemuanya lenyap, satu demi satu.
- Setiap aku berkedip, satu benda di sekitarku lenyap.
- Semakin sering aku menutup mata, semakin sunyi dunia ini terasa.
- Tak ada yang bisa kupegang, tak ada yang bisa kupercayai.
Aku mencoba menghubungi teman-temanku. Tapi ponselku hanya memunculkan pesan error, “Nomor tidak dikenal.” Aku keluar ke jalan, berharap menemukan satu wajah familiar, tapi kota terasa seperti kota hantu.
Tak ada suara mesin, tak ada suara langkah kaki. Hanya aku dan bayanganku sendiri, yang setiap kali aku berkedip, tampak semakin pudar di aspal trotoar.
Kehilangan Kendali
Aku mulai takut pada mataku sendiri. Setiap detik terasa menakutkan, karena aku tahukedipan berikutnya mungkin akan menghapus sesuatu yang lebih penting. Aku menahan napas, memaksa mata untuk tetap terbuka. Tapi tubuh ini tak bisa menahan alam.
Pada akhirnya, aku berkedip juga.
Ketika mataku terbuka kembali, aku berdiri di dalam kamar yang kosong. Cermin di hadapanku memperlihatkan bayangan samar. Wajahku sendiri tampak asing, mataku seperti milik orang lain.
Aku mencoba berbicara, tapi suara yang keluar terdengar serak dan berat. Jari-jariku gemetar. Aku mulai merasa, seolah ada sesuatu yang merangkak di balik kulitku, mengambil alih setiap gerakan, setiap napas.
Apakah Aku Masih Aku?
Hari-hari berlalu, atau setidaknya aku pikir begitu. Tak ada cahaya matahari, tak ada jam, hanya gelap dan sunyi yang semakin menebal.
Setiap aku berkedip, aku kehilangan sesuatubukan hanya benda, tapi juga ingatan, perasaan, bahkan suara hatiku sendiri. Aku mulai lupa siapa namaku, untuk apa aku di sini, mengapa aku harus membuka mata.
Kini, aku menulis ini dengan tangan yang terasa bukan milikku sendiri. Aku tak tahu apakah ada yang masih bisa membaca, atau mungkin aku hanya berbicara pada kegelapan.
Satu-satunya hal yang tersisa adalah ketakutan ketakutan bahwa setiap kali aku menutup mata, aku akan kehilangan sisa-sisa terakhir dari diriku.
Aku bisa merasakan sesuatu sedang menunggu di balik kelopak mataku, menanti saat aku berkedip lagi.
Dan jika kau membaca ini… apakah kau yakin, itu masih benar-benar dirimu saat membuka mata nanti?
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0