Suara Misterius di Saluran Air Kamar Mandiku Membawa Teror

Oleh VOXBLICK

Senin, 03 November 2025 - 01.20 WIB
Suara Misterius di Saluran Air Kamar Mandiku Membawa Teror
Suara misterius di kamar mandi (Foto oleh Franco Garcia)

VOXBLICK.COM - Malam-malamku tak pernah benar-benar tenang sejak suara itu pertama kali muncul. Setiap kali aku mandi, di antara gemericik air dan bunyi shower yang jatuh ke lantai keramik, terdengar lirih suara seseorang. Bukan suara pipa berderit atau air mengalir biasaini adalah bisikan samar, seolah-olah seseorang terjebak di bawah sana, di balik saluran air kamar mandiku.

Pertama kali aku mendengarnya di bulan Juni. Malam hari, setelah semua orang tidur, aku masih terjaga di kamar mandi, membasuh wajahku. Saat aku menunduk, suara lirih itu muncul: “Tolong...” Hanya sekali, begitu singkat.

Aku membeku, pikiranku menolak percaya. Siapa yang akan bersembunyi di saluran air? Namun rasa penasaran dan ketakutan mulai tumbuh, menari-nari di benakku. Sejak saat itu, suara itu hadir hampir setiap malam, semakin jelas, semakin putus asa. Kadang suaranya berubah, kadang terdengar seperti tangisan anak kecil, kadang seperti bisikan seorang wanita tua yang lelah. Aku mencoba mengabaikan, menutup telinga, tapi suara itu semakin merasuk dalam mimpi dan pikiranku.

Suara Misterius di Saluran Air Kamar Mandiku Membawa Teror
Suara Misterius di Saluran Air Kamar Mandiku Membawa Teror (Foto oleh Mariana Montrazi)

Jeratan Ketakutan yang Tak Terucapkan

Setiap malam pintu kamar mandi terasa berat untuk kubuka. Aku bahkan mulai menghindari mandi saat larut, hanya agar tak perlu bergulat dengan suara misterius di saluran air itu.

Namun, bahkan di siang hari, kadang bisikan itu masih terdengar samar, bercampur dengan suara air yang mengalir. Aku pernah mencoba bertanya pada penghuni rumah lain, namun mereka hanya menggeleng, tak pernah mendengar apa-apa. Apakah aku yang mulai gila? Atau memang hanya aku yang dipilih untuk mendengar jeritan itu?

  • Suara itu selalu muncul saat aku sendirian.
  • Tak ada tetangga yang mengaku mendengar apapun.
  • Setiap kali aku mencoba merekamnya, hasilnya hanya suara air biasa.

Beberapa malam aku terbangun karena mimpi burukaku tersesat di lorong-lorong gelap, dikejar suara yang sama, tetapi tak pernah bisa menemukan pemilik suara itu.

Aku mulai merasa dia mengamatiku, hadir di sudut-sudut rumah, menunggu aku berani menemuinya.

Pencarian di Tengah Malam

Malam itu, rasa takutku kalah oleh amarah dan rasa ingin tahu. Aku mengambil senter dan obeng, bersiap membongkar penutup saluran air kamar mandi. Hujan deras di luar membuat udara semakin dingin dan suasana kamar mandi terasa semakin mencekam.

Dengan tangan gemetar, aku mencongkel penutup saluran dan menyorotkan cahaya ke dalam lubang gelap itu.

Awalnya tak ada apa-apa, hanya pipa kotor dan suara air menetes. Namun tiba-tiba, suara lirih itu terdengar sangat jelas. “Tolong aku...” Kali ini, suaranya begitu dekat, seperti datang langsung dari balik lubang itu.

Aku berjongkok lebih dekat, menahan napas, berusaha mencari sumber suara. Cahaya senter menyorot sesuatu yang bergerak pelan. Aku menahan diri untuk tidak mundur, memaksakan diri tetap melihat ke dalam kegelapan itu.

Penemuan yang Mengubah Segalanya

Sesuatu berkilat di dasar saluran airsepasang mata kecil menatapku dari bawah sana. Aku terperangah, tak mampu berkata apa-apa. Mata itu terlalu nyata, terlalu hidup untuk sekadar ilusi.

Perlahan, sebuah tangan kurus dan pucat muncul, meraih ke permukaan, jemarinya melingkar di tepi saluran. Aku mundur, hampir jatuh, tapi suara itu kembali, lebih memohon, “Jangan tinggalkan aku di sini...”

Aku terpaku di tempat, antara ingin lari atau menolong. Tapi sebelum aku sempat bergerak, tangan itu menarik sesuatu ke permukaansepotong kain lusuh, penuh darah beku. Aroma anyir memenuhi kamar mandi.

Mata itu kini menatapku dengan tajam, seolah menuntut sesuatu. Aku ingin berteriak, tapi suaraku tercekat di tenggorokan. Dalam sekejap, semua lampu kamar mandi padam. Gelap. Sunyi. Hanya suara napas berat dan bisikan lembut yang kembali terdengar, “Sekarang giliranmu...”

Saat Suara Menjadi Nyata

Sejak malam itu, kamar mandi tak pernah sama. Saluran air itu kini selalu basah, walau tak ada yang menggunakan. Setiap aku mendekat, bayangan tangan kurus itu seperti bergerak di sudut mataku.

Kadang-kadang, aku masih mendengar suara lirihtapi bukan lagi suara minta tolong. Suaranya seperti tertawa pelan, menanti kapan aku akan masuk lagi ke dalam kamar mandi. Dan setiap malam, aku bertanya-tanya... apa yang sebenarnya telah kubebaskan dari dalam saluran itu?

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0