Ketika Air Merah Mengalir di Lubang Ichor yang Terlarang

Oleh VOXBLICK

Jumat, 09 Januari 2026 - 01.15 WIB
Ketika Air Merah Mengalir di Lubang Ichor yang Terlarang
Misteri Lubang Ichor (Foto oleh Francesco Sommacal)

VOXBLICK.COM - Aku masih ingat malam itu dengan jelasudara dingin membelai kulitku, dan setiap langkah di tepi kota seperti ditelan oleh kabut yang menggulung dari arah hutan. Tidak ada niat khusus, hanya dorongan aneh yang menuntunku semakin jauh dari lampu-lampu jalan. Gelapnya malam terasa berbeda, seolah-olah ada sesuatu yang bersembunyi di sana, menunggu, mengamati dari kejauhan.

Bayangan di Balik Kabut

Langkahku terhenti di depan sebuah pagar tua yang nyaris tertelan ilalang. Di baliknya, aku melihat sesuatu yang tak biasasebuah lubang besar di tanah, hampir seperti sebuah sumur kuno, namun tidak ada tanda-tanda pernah digunakan manusia.

Sekelilingnya sunyi, kecuali suara gemerisik dedaunan yang tertiup angin. Aku mendekat, rasa penasaran mengalahkan rasa takut yang mulai merayap di dada.

Ketika Air Merah Mengalir di Lubang Ichor yang Terlarang
Ketika Air Merah Mengalir di Lubang Ichor yang Terlarang (Foto oleh Monstera Production)

Dari dalam lubang itu, suara pelan seperti bisikan terdengar samar. Aku menajamkan pendengaran. Suaranya seperti... tangisan? Atau hanya suara air yang mengalir? Aku menyorotkan senter ke dalam lubang dan apa yang kulihat membuat napasku tercekat.

Air di dasar lubang itu tidak jernih, melainkan berwarna merah pekat, mengalir perlahan seolah disedot ke dalam kegelapan yang lebih dalam lagi.

Air Merah yang Tak Biasa

Tangan gemetar, aku mengambil batu kecil dan melemparkannya ke dalam. Begitu batu itu menyentuh permukaan air, gelombang merah langsung merambat, dan aroma logam yang menyengat tiba-tiba memenuhi udara.

Seketika itu juga, suara bisikan berubah menjadi erangan lirih, seperti ada sesuatu yang terluka di bawah sana. Aku melangkah mundur, bulu kuduk berdiri. Aku tahu aku harus pergi, namun rasa ingin tahu menahan langkahku.

  • Warna air yang merah seperti darah, mengalir tanpa henti.
  • Bisikan-bisikan yang terdengar samar, tak jelas apakah berasal dari air atau dari sesuatu yang lain.
  • Atmosfer di sekitar lubang terasa lebih dingin dan berat, seolah-olah waktu melambat di sana.

Suara-Suara dari Dalam Lubang

Tak ada keberanian untuk memanggil siapa pun, aku hanya berdiri terpaku. Tiba-tiba, dari balik semak, muncul sosok gelap. Matanya memantulkan cahaya senterku, dan wajahnya... atau apa pun itu, tidak menyerupai manusia.

Suara bisikan berubah menjadi jeritan, dan air merah dalam lubang bergejolak liar.

Sosok itu mendekat, berjalan perlahan, lalu berhenti di tepi lubang. Ia menatapku lama, lalu menunduk ke dalam lubang dan berbisik dalam bahasa yang tak kumengerti. Air merah seolah merespon, naik ke permukaan, hampir meluap.

Aku mundur, tersandung, dan hampir saja jatuh jika tidak berpegangan pada batang pohon terdekat.

Malam yang Tak Pernah Sama Lagi

Aku melarikan diri, napas memburu dan darah berdesir kencang di telinga. Namun, sebelum aku benar-benar pergi, aku menoleh sekali lagi ke arah lubang itu. Sosok itu telah menghilang, namun air merah masih mengalir, lebih deras dari sebelumnya.

Suara bisikan kini terdengar di mana-mana, bahkan di sela-sela desahan angin malam.

Sejak malam itu, aku tak pernah berani lagi melewati tepi kota sendirian. Namun, terkadang, ketika malam benar-benar sunyi, aku bisa mendengar suara air yang mengalirdan bisikan aneh yang memanggil namaku dari kejauhan.

Lubang ichor itu tetap di sana, menunggu, dengan rahasia yang tak pernah benar-benar terungkap.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0