Kisah Mencekam Tinggal Bersama Moderator Reddit yang Misterius
VOXBLICK.COM - Langkahku terhenti di ambang pintu kamar. Ada aroma anehseperti kertas basah dan kopi basimenguar dari balik celah pintu rekan baruku. Namanya Bram, seorang moderator Reddit yang kutemukan lewat forum kos-kosan daring. Ia tak banyak bicara, dan jika pun bicara, suaranya pelan, nyaris seperti bisikan yang menelusup di sela-sela gemuruh hujan malam itu.
Aku tak pernah menduga bahwa mencari tempat tinggal baru akan membawaku pada malam-malam penuh kegelisahan. Bram, dengan kacamata bulat dan koleksi hoodie lusuhnya, selalu duduk membungkuk di depan laptop.
Matanya menatap layar dengan intensitas yang membuat bulu kudukku berdiri. Setiap kali aku melintas di belakangnya, ia buru-buru menutup tab browser. Tak pernah sekalipun aku melihat wajahnya benar-benar tersenyum. Hanya seringai kecil, tipis, tanpa makna.
Isyarat Gelap di Balik Layar
Pada malam kedua, aku terbangun karena suara ketikan yang tak henti-henti dari kamar Bram. Pukul tiga dini hari, namun suara itu seolah berasal dari jari-jemari yang tak pernah lelah.
Aku mengintip dari balik pintu, dan samar-samar kulihat layar laptopnya menampilkan deretan postingan dan komentar Reddit, semuanya bertanda “dihapus oleh moderator”. Wajah Bram tampak semakin pucat diterpa cahaya monitor.
Ketika pagi tiba, Bram hanya menatapku sekilas, lalu kembali ke laptopnya. Tak ada ucapan “selamat pagi” atau basa-basi lain. Aku mencoba bertanya tentang aktivitasnya, tapi hanya dijawab singkat, “Banyak yang harus dibersihkan.”
Malam-malam yang Tak Pernah Tenang
Seminggu berlalu, dan suasana di rumah semakin mencekam. Setiap malam, suara ketikan dan bisikan samar memenuhi koridor. Aku mulai memperhatikan beberapa hal aneh:
- Gagang pintu kamarku sering terasa dingin dan lengket, seolah baru saja disentuh seseorang.
- Ada kertas catatan kecil bertuliskan pesan-pesan aneh di bawah pintuku: “Jangan buka pintu setelah jam dua”, “Moderator tahu segalanya”, “Diamlah, mereka mengawasi”.
- Terkadang, aku melihat bayangan bergerak di cermin lorong, walau tak ada siapa-siapa di belakangku.
Pada suatu malam, listrik tiba-tiba padam. Hanya cahaya laptop Bram yang masih menyala, menyorot ke lorong yang gelap.
Aku berusaha mencari senter di dapur, tapi terhenti ketika mendengar suara tawa lirih dari kamar Bramdingin, kosong, tak seperti suara manusia.
Percakapan Terakhir
Keberanianku runtuh malam itu. Aku mengetuk pintu kamar Bram dengan tangan gemetar. Ia membukanya perlahan. Di belakangnya, aku mengintip layar laptop yang menampilkan judul thread: “Siapa teman sekamarmu yang sebenarnya?”
“Bram, ada apa sebenarnya? Kenapa kau”
Ia menatapku, mata hitamnya berkilat di balik kacamata. “Kau tahu, kadang moderator bukan hanya menghapus postingan. Kadang, kami juga menghapus... orang.”
Seketika lampu menyala kembali, tapi Bram sudah kembali ke kursinya, seolah tak pernah bangun. Namun, pada layar laptopnya, aku melihat fotoku sendiri, terposting di subreddit aneh tanpa nama pengguna. Caption-nya hanya satu kalimat: “Siap dihapus.”
Akhir yang Tak Pernah Benar-benar Usai
Keesokan harinya, Bram telah pergi. Kamarnya kosong, hanya menyisakan aroma kopi basi dan setumpuk catatan “dihapus”. Aku membuka Reddit dengan tangan gemetar.
Aku mencari namaku di berbagai subreddit, dan menemukan pesan misterius dari akun moderator tanpa avatar: “Jangan pernah tinggal bersama moderator Reddit yang misterius. Atau kau akan menjadi cerita berikutnya.”
Sejak hari itu, setiap malam, aku masih mendengar suara ketikan di lorong rumahpadahal aku sudah tinggal sendiri. Bayangan seseorang menunggu di balik layar, mengawasi, siap menghapus siapa saja, kapan saja.
Dan terkadang, aku menemukan catatan baru di bawah pintuku, bertuliskan: “Thread-mu belum berakhir.”
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0