Malam Halloween dan Pria Dewasa Berwajah Dingin Mengetuk Pintu Rumahku

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 08 November 2025 - 02.10 WIB
Malam Halloween dan Pria Dewasa Berwajah Dingin Mengetuk Pintu Rumahku
Pria dewasa misterius di malam Halloween (Foto oleh Erik Mclean)

VOXBLICK.COM - Angin malam bertiup lebih dingin dari biasanya, membawa aroma daun kering dan asap samar dari ujung jalan. Aku menutup jendela, mengunci pintu, dan membiarkan lampu ruang tamu menyala. Anak-anak tetangga baru saja pulang setelah menjerit “trick or treat!” dengan kostum warna-warni dan kantong permen hampir tumpah. Di luar, langit malam Halloween tampak berat, seolah-olah sesuatu bersembunyi di balik awan kelabu.

Biasanya, setelah jam sembilan malam, arus anak-anak kecil yang mengetuk pintu akan berhenti. Namun, malam itu, saat jam hampir menunjukkan pukul sepuluh, terdengar ketukan beratpelan, tapi jelasdi pintu rumahku. Aku menahan napas.

Tak ada suara tawa kekanak-kanakan, tak ada langkah kaki kecil berlarian di teras. Hanya hening, dan ketukan itu datang sekali lagi, makin kuat. Rasa penasaran bercampur waspada merambat dalam dadaku.

Malam Halloween dan Pria Dewasa Berwajah Dingin Mengetuk Pintu Rumahku
Malam Halloween dan Pria Dewasa Berwajah Dingin Mengetuk Pintu Rumahku (Foto oleh Непарадное в парадных Александр Стрелков)

Malam yang Makin Mencekam

Dengan hati-hati, aku mengintip melalui lubang intip. Di sana berdiri seorang pria dewasa, mengenakan jaket gelap yang lusuh dan topi fedora usang. Wajahnya tirus, kulitnya pucat, dan matanya kosong menatap lurus ke depan.

Tak terlihat sekilas pun kegembiraan atau keisengan khas Halloween. Ia berdiri kaku, bibirnya terkatup rapat, tangannya menggenggam kantong kain hitam yang tampak berat.

“Trick or treat,” suaranya datar, nyaris tanpa intonasi. Sesuatu dalam nada itu membuat bulu kudukku berdiri. Tidak seperti permintaan anak-anak yang riang, permintaan pria ini terdengar lebih seperti perintah atau… ultimatum.

  • Pria itu tidak mengenakan kostum apapun, hanya pakaian gelap biasa.
  • Tidak ada senyum di wajahnya, hanya ekspresi dingin dan kosong.
  • Matanya menatapku seolah menembus pintu, menanti sesuatu yang lebih dari sekadar permen.

Permainan yang Tidak Wajar

Aku ragu untuk membuka pintu, tapi rasa ingin tahu dan dorongan aneh membuatku memutar kunci. Pintu kubuka sedikit, hanya sebatas rantai pengaman. “Permen sudah habis,” kataku pelan, berharap ia segera pergi.

Namun pria itu hanya berdiri di sana, menundukkan kepala sedikit, kemudian mengangkat kantong kainnya.

“Malam Halloween belum usai,” katanya. Di saat itu, aku merasakan hawa dingin menyelinap masuk. Ia menggeser kakinya, memperlihatkan sepatu berlumpur dan celana yang basah seolah baru berjalan jauh menembus malam. “Aku hanya ingin bermain.

Satu permainan saja.”

Pertanyaan melintas di benakku. Apa yang terjadi jika aku menolak? Mengapa ia datang sendirian, tanpa tujuan yang jelas? Ketika aku hendak menutup pintu, ia menyelipkan sesuatu ke celah pintu: sebuah koin logam tua, dingin dan berat.

“Giliranmu,” bisiknya lirih. Aku terpaku, jantungku berdegup kacau. Tanpa sadar, aku mengambil koin itu. Pria itu tersenyum tipis untuk pertama kalinyasenyum yang membuat darahku membeku.

Ketukan-ketukan yang Tak Pernah Hilang

Setelah pria itu pergi, aku mencoba melupakan kejadian aneh tersebut. Namun malam-malam berikutnya, suara ketukan berat kembali terdengar pada jam yang sama, selalu tiga kali, seperti kode rahasia.

Setiap kali aku membuka pintu, tak seorang pun di sana. Tapi koin logam itu selalu berada di depan ambang pintu, seolah-olah dikembalikan, seolah-olah permainan itu belum berakhir.

  • Setiap malam Halloween, ketukan itu kembali, tak pernah absen.
  • Wajah pria dewasa berwajah dingin itu terus menghantui mimpiku.
  • Koin logam semakin berat, seakan mengisap hawa panas dari tanganku.

Pada akhirnya, aku menyadari, bukan hanya aku yang telah memilih untuk ikut dalam permainannya. Tapi entah sampai kapan aku harus memainkan peran iniatau apa yang akan terjadi jika aku berhenti menjawab ketukan pintu di malam Halloween berikutnya.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0