Radio Berbunyi Jam 03.07 Misteri Pencarian di Hutan Alaska
VOXBLICK.COM - Jam di tanganku menunjukkan pukul 03.06 pagi. Aku berdiri di pinggiran hutan belantara Alaska, napas membeku di udara dingin yang menusuk. Di antara desau angin dan gemerisik ranting, hanya satu suara yang kutunggubunyi radio di pinggangku. Setiap malam aku memulai tugas sebagai petugas pencarian dan penyelamatan, tapi malam-malam di Alaska, terutama saat musim dingin, selalu membawa hawa aneh yang sulit dijelaskan. Dan malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, sesuatu yang ganjil menantiku.
Suara di Antara Kabut
Aku sudah terbiasa dengan suara radio: laporan cuaca, instruksi, atau kadang permintaan bantuan dari tim lain. Tapi sejak seminggu lalu, tepat pada pukul 03.07, sesuatu yang lain menyelinap di antara frekuensi.
Sebuah suara lirih, parau, memanggil namaku pelan, seolah-olah berasal dari kedalaman hutan yang tak pernah tersentuh manusia.
Pertama kali itu terjadi, aku mengira hanya gangguan sinyal. Tapi ketika suara itu menyebut namaku dengan jelas, jantungku seperti berhenti berdetak.
Aku menatap gelapnya hutan, mencoba memastikan apakah ada seseorang di luar sana, tersesat dan membutuhkan bantuan. Namun, setiap kali aku membalas, tak pernah ada jawaban yang nyatahanya dengung statis dan gelegak napas berat di radio.
Jejak yang Tak Pernah Ada
Malam itu, aku bersama seorang rekanCallahan. Kami tengah melakukan pencarian seorang pendaki yang hilang tiga hari lalu. Di tengah hutan gelap, suara radio kembali muncul. Kali ini lebih jelas, lebih mendesak. “Tolong… di sini….
” Suara itu lirih, seolah-olah seseorang menahan tangis. Aku menatap Callahan, dan dia mengangguk, kami berdua tahu kami harus mencari sumber suara itu.
Kami berjalan mengikuti arah suara, menembus kabut tebal dan pepohonan yang menjulang seperti penjaga setia hutan. Suara itu terus membimbing kami, kadang terdengar sangat dekat, kadang seolah menjauh, membuat kami tersesat di antara bayangan.
Aku menandai pohon-pohon yang kami lewati, tapi setelah beberapa waktu, tanda-tanda itu hilang. Seolah hutan menelan setiap jejak yang kami buat.
- Suara radio selalu muncul pada pukul yang sama: 03.07 pagi.
- Nama yang dipanggil berubah-ubah, kadang namaku, kadang Callahan, kadang nama-nama yang tak kami kenal.
- Tidak pernah ada jejak manusia lain di sekitar, meski suara minta tolong terdengar sangat nyata.
- Setelah suara itu muncul, ponsel dan GPS kami selalu kehilangan sinyal.
Bayangan di Antara Pohon
Kabut semakin tebal ketika kami tiba di sebuah celah batu besar. Radio di pinggangku tiba-tiba berbunyi nyaring, statisnya menusuk telinga. Di sela-sela suara itu, terdengar bisikan, “Jangan pergi….
” Aku menoleh ke arah Callahan, tapi dia menatapku dengan wajah pucat, matanya tak berkedip menatap sesuatu di belakangku.
Pelan-pelan aku berbalik. Di antara pepohonan, samar-samar tampak sosok gelap berdiri diam. Tubuhnya tinggi, tanpa wajah, hanya bayangan pekat yang tak dikunyah cahaya senter kami.
Suara radio semakin keras, mengulang namaku, lalu nama Callahan, lalu sebuah nama yang belum pernah kudengaratau mungkin pernah, di dalam mimpi-mimpi burukku yang tak pernah usai.
Pencarian Tanpa Akhir
Kami mencoba mundur, tapi langkah kami berat, seperti tertahan akar-akar tak kasat mata. Suara di radio berubah menjadi jeritan. Aku menekan tombol “transmit”, berusaha memanggil markas, tapi tidak ada jawaban.
Setiap kata yang keluar dari radio kini terdengar seperti doa putus asa, permohonan yang tak pernah didengar.
Malam itu, kami akhirnya menemukan jalan kembali ke pos jaga. Tapi hingga pagi, tak ada yang percaya cerita kami. Tidak ada rekaman suara di radio, tidak ada jejak di hutan, dan pendaki yang kami cari tak pernah ditemukan.
Namun, setiap malam saat aku kembali bertugas, radio itu selalu menyala sendiritepat pukul 03.07.
Malam ini, aku duduk sendiri di pos, radio di meja bergetar pelan. Di luar, hutan Alaska membisu. Layar digital pada radio berpendar merah. Pukul 03.06. Aku menahan napas, menunggu suara itu kembali.
Kali ini, aku berharap bukan namaku yang dipanggil.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0