Rahasia Anting Misterius yang Membisikkan Kata Kata di Malam Hari
VOXBLICK.COM - Malam itu, aku pulang lebih larut dari biasanya. Hujan baru saja reda, menyisakan bau tanah basah yang meresap hingga ke nadi. Di ujung jalan, lampu-lampu temaram menerangi trotoar yang sepi. Aku mempercepat langkah, berharap segera tiba di kamar hangatku. Namun sesuatu di tanah menarik perhatiansebuah anting kecil, mengilap, bentuknya seperti daun dengan ukiran halus di permukaannya. Tanpa pikir panjang, aku memungutnya dan memasukkannya ke saku jaket.
Sesampainya di rumah, rasa penasaran mengalahkan lelahku. Aku meneliti anting itu di bawah lampu meja. Tak ada tanda kepemilikan, hanya pahatan aneh di bagian belakangnya, seperti huruf-huruf asing.
Aku ragu, tapi akhirnya memutuskan untuk mengenakannya di telinga kanan. "Mungkin besok akan aku tanya ke toko perhiasan," gumamku. Tapi malam itu, tidurku justru jauh dari tenang.
Bisikan di Tengah Malam
Sekitar pukul dua dini hari, aku terjaga. Awalnya karena suara samarentah dari mana datangnya. Aku mendengarkan, menahan napas. Ada suara lirih, seperti seseorang membisikkan sesuatu tepat di telingaku.
- “Kamu mendengarnya?”
- “Jangan lepaskan…”
- “…simpan rahasianya…”
Jantungku berdetak kencang. Aku menoleh ke sekitar kamar tak ada siapa-siapa. Tapi suara itu terus mengalir, kadang pelan, kadang berubah menjadi erangan. Aku menutup telinga, namun bisikan itu justru terdengar semakin jelas.
Aku mencoba melepas antingnya, tapi kancing pengaitnya seperti membatu, tak mau bergerak.
Bayangan di Cermin
Pagi harinya, lingkaran gelap menghiasi mataku. Aku memeriksa anting itu di depan cermin. Anehnya, pantulan di cermin menunjukkan anting itu bergetar pelan, meski aku tak bergerak sama sekali.
Di belakangku, samar-samar, muncul siluet seorang wanita dengan rambut panjang menutupi wajah. Aku menoleh, namun bayangan itu menghilang. Keringat dingin membasahi tengkuk. Aku menyentuh anting ituterasa hangat, seperti berdetak mengikuti irama jantungku sendiri.
Sepanjang hari, bisikan-bisikan itu tak kunjung berhenti. Di antara keramaian, aku mendengar namaku dipanggil, kadang dengan suara lembut, kadang dengan nada mengancam. Teman-teman di kantor mulai menatapku aneh.
Salah satu dari mereka, Rina, mendekat dan berbisik, “Kamu kelihatan pucat. Ada yang aneh dengan antingmu, ya?” Aku hanya tersenyum kaku, tak berani menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Malam Kedua: Rahasia yang Terkunci
Ketika malam kedua tiba, aku mencoba melepas anting itu sekali lagi. Tapi semakin kuat aku menarik, semakin sakit telingaku. Bisikan-bisikan kini berubah menjadi jeritan. Aku menutupi kepala dengan bantal, tapi suara itu menembus segalanya.
Di antara ribuan bisikan, satu suara paling jelas terdengar:
“Kamu telah memilihku… Sekarang giliranmu membisikkan rahasiamu di malam hari.”
Aku tersentak. Tubuhku tak bisa bergerak, seolah ada sesuatu yang menahan di tempat tidur. Dalam kegelapan, aku melihat bayangan wanita itu berdiri di sudut kamar, tersenyum samar, matanya kosong.
Perlahan dia melangkah mendekat, tangannya terulur ke arahku.
Jejak Anting yang Hilang
Pagi itu, aku tak menemukan anting di telingaku. Namun, di lantai kamar, aku melihat jejak lumpur kecil seolah seseorang baru saja keluar dari sana.
Saat aku melihat ke cermin, samar-samar aku mendengar bisikan barubukan dari luar, tapi dari dalam kepalaku sendiri. Aku mencoba menjerit, tapi suaraku tak pernah keluar.
Sejak malam itu, tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku. Tapi di sudut jalan, seseorang menemukan sepasang anting misterius dengan ukiran aneh di permukaannya.
Dan ketika malam tiba, bisikan-bisikan itu kembali mencari telinga baru untuk mendengarkan rahasia mereka…
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0