Tidur Suami Membawa Teror di Rumah Kami

Oleh VOXBLICK

Jumat, 19 Desember 2025 - 01.30 WIB
Tidur Suami Membawa Teror di Rumah Kami
Tidur suami berubah jadi teror (Foto oleh Ketut Subiyanto)

VOXBLICK.COM - Langit malam di luar jendela masih pekat, hanya lampu jalan yang temaram menembus tirai kamar kami. Sudah hampir dua bulan aku sulit memejamkan mata setiap kali suamiku, Dimas, terlelap di sampingku. Bukan karena dengkuran, bukan pula karena tempat tidur yang sempit. Tapi, kebiasaan anehdan kini mengerikanyang baru muncul sejak kami pindah ke rumah tua warisan keluarganya di sudut kota ini.

Awalnya, aku hanya mendengar Dimas bergumam pelan. Kata-katanya tidak jelas, hanya sekadar bisikan samar yang mudah diabaikan. Namun, malam-malam berikutnya, gumaman itu berubah menjadi kalimat yang lebih nyata. Kadang terdengar seperti percakapan.

Kadang seperti rintihan. Lama-kelamaan, suara itu seakan bukan lagi milik Dimas.

Tidur Suami Membawa Teror di Rumah Kami
Tidur Suami Membawa Teror di Rumah Kami (Foto oleh Marek Piwnicki)

Malam Pertama Teror Dimulai

Malam itu, suara Dimas berubah menjadi jeritan lirih. Aku terbangun karena merasa seseorang menatapku. Saat membuka mata, aku melihat Dimas duduk di tepi ranjang, menunduk, dengan tangan yang mencengkeram seprai begitu erat.

Ia berbisik dengan suara yang tidak pernah kudengar sebelumnya: serak, berat, dan seperti dipenuhi kebencian.

"Jangan buka pintunya... Dia di luar."

Dadaku bergetar. Siapa yang dimaksud dia? Aku melirik ke arah pintu kamar yang tertutup rapat. Angin malam menggesek jendela, menambah suasana mencekam. Aku mencoba membangunkan Dimas, tapi matanya tetap terpejam, napasnya berat.

Rahasia di Balik Pintu

Setiap malam, teror itu semakin menjadi. Rumah yang tadinya terasa damai berubah menjadi penjara ketakutan. Aku mulai mendengar suara langkah kaki di lorong, pintu lemari yang berderit pelan, dan kadang suara tawa lirih dari sudut-sudut gelap rumah.

Tapi puncaknya terjadi pada malam ke-17.

  • Jam 01.13 dini hari, Dimas mengigau dalam bahasa yang asing. Kata-katanya terdengar seperti perintah.
  • Beberapa menit kemudian, pintu kamar tidur bergetar sendiri, seperti ada yang ingin masuk.
  • Aku terdiam di sudut tempat tidur, hanya berani memeluk lutut dan menahan napas.

Lalu, suara berat keluar dari mulut Dimas. "Buka pintunya. Dia ingin bertemu denganmu." Suaranya bukan lagi suara suamiku.

Misteri Suara di Tengah Malam

Pagi harinya, Dimas selalu bangun seperti biasa. Ia tidak pernah ingat apa pun yang terjadi semalam. Setiap aku ceritakan, ia tertawa kecil, menganggapku terlalu banyak menonton film horor. Tapi aku tahu yang kurasakan nyata.

Aku mulai merekam tidurnya dengan ponsel. Malam demi malam, rekaman itu penuh dengan suara-suara anehbisikan, tawa, bahkan suara perempuan yang tidak kukenal. Padahal, hanya kami berdua yang tinggal di rumah itu.

Pada suatu malam, sesuatu membuat bulu kudukku berdiri. Dalam rekaman, terdengar suara Dimas berkata, "Dia sudah di dalam. Jangan menoleh ke belakang.

" Aku memejamkan mata erat-erat, menahan air mata, merasakan hawa dingin menelusup ke tengkukku. Sejak saat itu, aku selalu tidur dengan lampu menyala dan radio kecil di samping kasur, berharap suara-suara itu tidak datang lagi.

Akhir yang Menggantung dalam Kegelapan

Namun, malam tadi, semua berubah. Saat aku terbangun pukul dua, aku mendapati Dimas tidak ada di sampingku. Aku menemukannya berdiri di depan cermin ruang tengah, menatap pantulan dirinya sendiri. Ia berbisik pelan, "Sekarang giliranku berjaga.

Kau boleh tidur, sebentar lagi aku pulang."

Hingga detik ini, Dimas belum juga kembali ke kamar. Suasana rumah semakin dingin, dan setiap suara di lorong membuatku merinding. Aku hanya bisa berdoa agar malam ini berlalu dengan cepat.

Ketika aku menulis ini, aku mendengar langkah kaki mendekat ke kamar. Suara napas berat, lalu suara Dimasatau sesuatu yang menyerupai suaranyaberbisik di luar pintu, "Buka pintunya. Sudah waktumu bergabung dengan kami."

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0