Jangan Jawab Panggilan Misterius dari Mason’s Creek Malam Hari

Oleh VOXBLICK

Kamis, 15 Januari 2026 - 03.30 WIB
Jangan Jawab Panggilan Misterius dari Mason’s Creek Malam Hari
Panggilan misterius Mason’s Creek (Foto oleh KoolShooters)

VOXBLICK.COM - Angin malam di Mason’s Creek selalu membawa sesuatu yang tak kasat mata, sesuatu yang membuat siapa pun yang lewat di jalan setapaknya menahan napas dan melirik ke belakang. Aku sudah lama tinggal di pinggiran kota kecil ini, tumbuh di bawah naungan pohon-pohon tua yang akarnya menyembul dari tanah, seperti tangan-tangan yang hendak meraih siapa saja yang terlalu berani melangkah sendirian selepas senja.

Orangtuaku dulu selalu memperingatkan, “Jangan pernah keluar jika sudah gelap. Dan jika kau mendengar suara yang kau kenal memanggil dari balik semak, abaikan saja. Jangan jawab.”

Malam Ketika Suara Itu Datang

Pada suatu malam bulan Juli, aku terbangun oleh suara samar di luar jendela. Hujan baru saja reda, dan kabut tipis menyelimuti halaman belakang.

Aku mendengar seseorang memanggil namakusuara ibuku, lembut, mendesak, seolah ia berdiri tak jauh dari pagar kayu yang lapuk itu.

Jangan Jawab Panggilan Misterius dari Mason’s Creek Malam Hari
Jangan Jawab Panggilan Misterius dari Mason’s Creek Malam Hari (Foto oleh Emre Keskinol)

Aku menahan napas. Mataku menembus tirai tipis, mencari sosok di balik kegelapan. “Nadia… tolong keluar, Nak…,” suara itu bergetar, seperti tertahan tangis. Tapi sesuatu terasa janggal. Ibuku tidur di kamar sebelah, aku yakin.

Namun, suara itu begitu miripterlalu mirip.

Bisikan dari Kegelapan

Jantungku berdegup keras. Aku teringat cerita teman-temanku tentang panggilan misterius dari Mason’s Creek. Mereka bilang, suara itu bisa menyerupai siapa saja yang paling kau percayai. Jika kau menjawab, kau tak akan pernah kembali sama.

Tapi bisakah aku benar-benar mengabaikan suara ibuku yang seolah meminta tolong?

  • Suara yang terdengar sangat familiar, namun penuh kejanggalan.
  • Keheningan pekat di luar, seolah waktu membeku.
  • Pintu belakang yang perlahan berderit, padahal tak ada angin malam itu.

Suara itu kembali, kini lebih keras, lebih putus asa. “Nadia… tolong, hanya kau yang bisa bantu Ibu….” Aku merasakan bulu kudukku berdiri. Dengan langkah pelan, aku mendekati jendela.

Di luar, hanya ada bayang-bayang pohon dan kepulan kabut yang menari di antara cahaya lampu taman.

Aku MenjawabDan Segalanya Berubah

Aku tak tahu apa yang merasuki diriku saat itu. Mungkin karena rasa penasaran, atau mungkin karena naluri seorang anak yang tak tahan mendengar ibunya memohon. Suaraku lirih, hampir tak terdengar, “Ibu…?”

Seketika, suara itu berhenti. Udara terasa semakin dingin. Aku menunggu, menahan napas, berharap suara itu hanyalah bayangan pikiranku yang lelah. Namun, dari balik kabut, muncul sesosok bayang-bayangtinggi, kurus, dan bergerak tanpa bunyi.

Aku terpaku. Sosok itu melangkah pelan ke arah jendela, wajahnya samar, tapi matanya… matanya kosong, hitam, seperti lubang tak berdasar.

“Terima kasih, Nadia…” bisik sosok itu, suaranya kini menyerupai desiran angin, penuh janji yang tak bisa ditepati. Aku mundur, jatuh terduduk di lantai, dan tiba-tiba lampu kamar padam. Segalanya gelap.

Aku mencoba berteriak, tapi suara tercekat di tenggorokan. Sosok itu kini ada di dalam kamarkuatau mungkin, aku yang sudah bukan di sini lagi?

Jangan Pernah Menjawab

Pagi harinya, ibuku menemukan kamarku kosong. Jendela terbuka lebar, tirai berkibar diterpa angin pagi. Hanya suara samar yang bergema, terdengar jauh dari arah Mason’s Creek, memanggil, berbisik, menunggu seseorang lain untuk menjawab.

Sampai hari ini, jika kau melewati Mason’s Creek saat malam mulai turun, kau mungkin mendengar suara yang familiar, memanggil lembut dari balik kabut. Katanya, suara itu mencari… siapa saja yang berani melanggar larangan kuno.

Dan ingatlah, jangan pernah menjawab panggilan misterius dari Mason’s Creek malam hari.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0