Rahasia Mengerikan Terkubur di Gurun New Mexico Terungkap
VOXBLICK.COM - Angin malam gurun New Mexico menampar wajahku dingin, membawa bau tanah kering yang anehnya menyengat. Aku tak pernah benar-benar mengerti alasan mengapa aku menerima undangan itusebuah surat tanpa nama, hanya berisi koordinat dan satu kalimat: “Rahasia yang ingin kau lupakan menunggu di sini.” Aku mengira ini akan jadi perjalanan konyol, cerita yang kelak kujadikan lelucon di bar. Tapi tidak malam itu tidak di gurun, di mana langit seperti menekan bumi dengan keheningan yang berat.
Jejak Menuju Kegelapan
Mobil tua sewaanku berhenti di tengah hamparan pasir. Tak ada suara, selain degup jantungku yang terasa semakin keras. Aku berjalan, langkahku berat menembus pasir yang menelan sepatu.
Di kejauhan, siluet reruntuhan tua menyembul, seperti tulang belulang yang setengah dikubur waktu. Angin membawa bisikanatau mungkin hanya imajinasiku yang terlalu liar. Tapi ketika aku mendengar suara ranting patah di belakang, aku tahu aku tidak sendiri di sini.
Bayangan panjangku menari di bawah cahaya bulan. Setiap langkah mendekatkanku pada sesuatu yang tak seharusnya ditemukan.
Tiba-tiba, aku melihatnya: sebuah lubang besar, seolah-olah gurun itu sendiri membuka rahangnya untuk menelan apa pun yang jatuh ke dalamnya.
Di pinggir lubang itu, ada sesuatu yang aneh: papan kayu tua bertuliskan peringatan samar, hampir terhapus waktu. “Jangan ungkit yang dikubur.” Namun, rasa ingin tahu lebih kuat dari rasa takut. Aku menyalakan senter dan menyorot ke bawah.
Ada jejak-jejak tangan di dinding tanah, seolah-olah seseorang pernah berusaha memanjat keluar… atau ditarik ke dalam.
Pertemuan dengan Bayang-Bayang
“Kau juga dengar mereka?” Sebuah suara berbisik di belakangku. Aku berbalik, mematung. Seorang pria tua berdiri, matanya kosong menatapku. Wajahnya penuh guratan, seperti peta luka lama.
“Mereka selalu memanggil, setiap malam seperti ini,” lanjutnya lirih.
- Matanya tak pernah berkedip.
- Dia menunjuk ke lubang, seolah tahu apa yang kutemukan di sana.
- “Banyak yang datang, sedikit yang pulang,” gumamnya.
Pria itu berjalan perlahan, mendekati lubang. Aku bisa melihat tangannya bergetar, namun matanya tetap terpaku pada kegelapan di dasar sana. “Aku kehilangan anakku di sini,” katanya. “Dia mendengar bisikan itu, sama seperti kau.”
Bisikan dari Dalam Tanah
Angin kembali berhembus, membawa suara-suara yang tak bisa kujelaskan. Aku mendengar namaku dipanggil, samar, dari dalam lubang. Aku menunduk, dan sesaat aku kira kulihat tangan kecil menjulur, menggenggam udara.
Ketakutan menancap di dadaku, tapi aku tak bisa bergerak. Pria tua itu memelukku erat, berbisik di telingaku, “Jangan lihat matanya. Apa pun yang terjadi, jangan pernah lihat matanya.”
Sesuatu merangkak keluar dari kegelapan, bentuknya tak manusiawi, namun matanyaoh Tuhan, matanyabegitu familiar.
Aku menutup mata, tapi bisikan itu semakin keras, menembus pikiranku, menuntutku untuk tetap melihat, untuk mengingat apa yang seharusnya kulupakan.
Malam yang Tak Pernah Berakhir
Ketika aku membuka mata, aku sendirian. Pria tua itu lenyap, lubang itu seolah tak pernah ada. Tapi pasir di bawah kakiku basahbukan oleh embun, tapi sesuatu yang jauh lebih pekat dan hangat.
Aku berlari, napasku tercekat, membawa pulang perasaan yang tak pernah benar-benar bisa kusebutkan. Tapi setiap malam, ketika aku menutup mata, aku kembali ke gurun itu. Aku masih mendengar bisikan, dan aku tahuaku tak pernah benar-benar meninggalkan rahasia mengerikan yang terkubur di gurun New Mexico.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0