Bisikan Mencekam di Baby Monitor Mengungkap Teror Tengah Malam

Oleh VOXBLICK

Rabu, 17 Desember 2025 - 03.30 WIB
Bisikan Mencekam di Baby Monitor Mengungkap Teror Tengah Malam
Bisikan misterius di baby monitor (Foto oleh Spencer Gurley Films)
<>

VOXBLICK.COM - Angin malam menyusup di sela-sela jendela kamarku, membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Jarum jam di dinding baru saja melewati angka dua belas, dan kamar tidur kami terbalut keheningan yang mencekam. Aku terbangun tiba-tiba, dibangunkan oleh sesuatu yang samarsebuah suara lirih yang tak seharusnya ada.

Mataku mengarah pada baby monitor di samping ranjang. Sebuah suara bisikan, tipis seperti hela napas, terdengar dari pengerasnya. Suara itu bukan suara anakku yang masih balita, bukan pula suara dengkuran suamiku di sebelahku. Suara itu...

terdengar seperti seseorang sedang berbisik pelan, mengucapkan sesuatu yang tidak bisa kupahami.

Bisikan Mencekam di Baby Monitor Mengungkap Teror Tengah Malam
Bisikan Mencekam di Baby Monitor Mengungkap Teror Tengah Malam (Foto oleh Sarah Chai)

“Kamu dengar itu?” bisikku, suara serak menahan panik. Suamiku membuka mata perlahan, menoleh ke arahku, lalu ke baby monitor yang kini hanya menampilkan statis.

Namun, suara itu kembali terdengarsedikit lebih jelas, seperti suara perempuan yang memanggil nama, namun bukan nama anak kami.

Malam yang Tak Pernah Sepi

Ruangan itu mendadak terasa sempit, udara seperti menahan napas. Aku meraih tangan suamiku, merasakan jemarinya yang dingin. Kami berdua menatap monitor itu, berharap suara itu hanyalah gangguan sinyal.

Namun, suara bisikan itu semakin nyata, mengucapkan kata-kata yang tak kami kenali, bercampur dengan tawa lirih yang membuat bulu kudukku berdiri.

  • Monitor bayi bergeming, lampu indikatornya berkedip-kedip seperti mengikuti irama napasku yang tercekat.
  • Bayangan di sudut layar monitor tampak bergerak, samar, namun cukup jelas untuk membuatku menggenggam erat selimut.
  • Di luar kamar, suara langkah kaki terdengar lirih, pelan, namun pasti, seolah seseorangatau sesuatusedang berjalan di lorong rumah kami.

Bisikan yang Mengubah Segalanya

Suamiku meraih ponselnya, siap menyalakan senter. Ia berbisik pelan, “Seseorang ada di rumah.” Kata-kata itu membekukan darahku. Aku menahan napas, mencoba mendengarkan lebih saksama.

Bisikan dari monitor terdengar makin keras, mengulang satu kalimat yang kini bisa kudengar jelas: “Aku di sini...”

Kami berdua menatap satu sama lain, kebingungan dan ketakutan. Berani-berani, suamiku perlahan turun dari ranjang, berjalan ke arah pintu dengan langkah hati-hati.

Monitor bayi kembali mengeluarkan suara, kini bukan hanya bisikan, tetapi suara tangisanbukan suara anak kami, terlalu parau dan dalam. Aku hanya bisa duduk mematung di atas ranjang, jantung berdebar keras di dada.

Teror Tengah Malam yang Tak Terjelaskan

Suara langkah kaki di lorong semakin jelas. Aku berusaha menghubungi polisi melalui ponsel, namun tak ada sinyal. Lampu kamar berkedip, lalu mati seketika. Dalam gelap, suara dari monitor berubah menjadi jeritan, lalu senyap.

Sunyi menggantung, seakan-akan waktu berhenti berdetak.

Pintu kamar berderit pelan. Aku menahan napas, menunggu sesuatuapa punyang akan masuk. Dalam pekatnya malam, aku melihat bayangan tinggi menjulang di ambang pintu.

Suara bisikan itu kini terdengar langsung di telingaku, dekat sekali, seperti ada orang yang berdiri tepat di samping ranjangku.

“Jangan bergerak,” bisik suamiku, suaranya bergetar. Tapi aku tahu, yang berdiri di sana bukan dia. Aroma dingin dan lembap memenuhi udara, dan aku merasakan sesuatu menyentuh bahuku. Perlahan aku menoleh, berharap itu hanyalah bayangan.

Lalu monitor bayi menyala sendiri, menampilkan gambar kamar anakku. Di sana, sosok gelap berdiri di samping boks bayi, menatap lurus ke arah kamera. Sosok itu mengangkat tangan, melambai ke arahku melalui layar.

Jeritan tertahan di tenggorokanku, dan saat aku hendak berlarisemua lampu kembali menyala, layar monitor kosong, dan rumah menjadi sunyi kembali.

Aku menoleh mencari suamiku, namun ranjang di sebelahku kosong. Hanya ada suara bisikan yang perlahan menghilang, meninggalkan pertanyaan yang menggantung di udarasiapa sebenarnya yang ada di rumah kami malam itu?

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0