Ibuku Tiri Monster yang Bersembunyi di Balik Kulit Manusia

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 20 Desember 2025 - 02.30 WIB
Ibuku Tiri Monster yang Bersembunyi di Balik Kulit Manusia
Ibu tiri monster mengintai (Foto oleh Joe Kritz)

VOXBLICK.COM - Aku pernah percaya bahwa rumah adalah tempat teraman di dunia. Setidaknya, hingga aku mengenal ibu tiriku. Namanya Bu Ratna, wanita lembut berwajah teduh, dengan senyum yang selalu menenangkan Ayah. Tak pernah sekalipun aku menduga, di balik kulit manusianya, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih gelap daripada yang bisa kubayangkan.

Orang-orang di sekitar kami selalu berkata betapa beruntungnya aku mendapatkan ibu tiri sebaik dia. Tapi tidak ada yang tahu apa yang aku lihat, dengar, dan rasakan setiap malam.

Rahasianya terkunci rapat di dalam kamar kami, di balik suara langkah pelan dan napas yang mendesah aneh.

Ibuku Tiri Monster yang Bersembunyi di Balik Kulit Manusia
Ibuku Tiri Monster yang Bersembunyi di Balik Kulit Manusia (Foto oleh Kaique Rocha)

Pagi yang Tak Pernah Sama

Setiap pagi, Bu Ratna membangunkanku dengan sentuhan lembut. Tapi, ada sesuatu yang salah. Setiap kali ia menggenggam tanganku, ujung-ujung jarinya terasa dingin, hampir seperti es.

Matanya kadang terlalu hitam, menatapku lebih lama dari yang seharusnya. Aku pernah melihat bayanganku sendiri di sana, seolah-olah ada dua wajahku di bola matanya.

Suatu hari, aku terbangun sebelum fajar. Dari celah pintu kamar, aku mengintip ke lorong. Bu Ratna berdiri membelakangiku. Tubuhnya membungkuk aneh, dan suara gemeretak tulang terdengar pelan.

Napasnya bukan seperti manusia, melainkan seperti desir sesuatu yang licin dan basah.

Rahasia yang Bersembunyi di Balik Tirai

Malam-malam berikutnya, suara-suara itu semakin sering terdengar. Aku seperti mendengar bisikan dalam bahasa asing, dan bau amis yang tak pernah ada sebelumnya.

Aku tahu, aku tidak boleh masuk ke kamar Bu Ratna, tapi rasa penasaran mengalahkan rasa takutku.

  • Langkah kaki yang berat, kadang menyeret seperti kaki yang terlalu panjang untuk dipakai berjalan.
  • Benda-benda kecil di dapur yang hilang, ditemukan di bawah ranjang Bu Ratna bersama bulu-bulu hitam yang tidak pernah kulihat sebelumnya.
  • Luka sayatan kecil di lengan Ayah, yang katanya hanya karena terkena pisau, padahal aku tahu Ayah tidak pernah ceroboh.

Pernah suatu malam, aku melihat Bu Ratna berdiri di depan cermin. Ia menarik kulit wajahnya dengan kedua tangan, dan kulihat sekelibat sesuatu yang berkilau di bawah permukaan kulitnyaseperti sisik, tapi warnanya gelap dan berlendir.

Ia menoleh cepat, dan aku buru-buru kembali ke kamar sebelum ia sadar aku mengintip.

Suara dari Dalam Lemari

Pada malam ke-empat setelah ulang tahunku yang ke-14, aku mendengar tangisan lirih dari dalam lemari kamar Bu Ratna. Suaranya bukan seperti suara manusia, lebih seperti suara anak kucing yang terluka, tapi lebih dalam, lebih perih.

Aku memanjat perlahan, menempelkan telinga ke pintu lemari. Ada suara terkekeh, lalu bisikan: “Jangan takut, semuanya akan berakhir sebelum pagi.”

Ketika pagi tiba, Bu Ratna menyajikan sarapan seperti biasa, tapi matanya tetap hitam dan seolah mengawasi setiap gerakku. Ayah tidak pernah bertanya kenapa aku makin kurus dan semakin jarang bicara.

Ia hanya percaya pada Bu Ratna, pada kebaikan dan kelembutannya yang menipu.

Bayangan di Balik Kulit Manusia

Aku ingin lari, tapi setiap malam tubuhku terasa berat. Ada malam-malam ketika aku terbangun dan menemukan bekas cakaran tipis di pergelangan tanganku. Aku tahu, itu bukan perbuatan mimpi.

Aku yakin, di balik kulit manusia, ibu tiriku menyimpan monster yang menunggu waktu untuk keluar sepenuhnya.

Suatu malam, aku mengumpulkan keberanian untuk mengintip lagi dari balik pintu. Kali ini aku melihat Bu Ratna menatap lurus ke arahku, seolah-olah ia sudah tahu aku ada di sana. Ia tersenyum, tapi bukan senyum manusia.

Kulit wajahnya meregang, matanya berkilat, dan dari balik bibirnya, aku melihat deretan gigi yang bukan milik manusia.

Sejak malam itu, aku tak lagi bisa membedakan antara mimpi buruk dan kenyataan. Setiap pagi aku terbangun, berharap melihat matahari, tapi yang kutemui adalah bayangan Bu Ratna di ambang pintu, dengan senyum yang semakin lebar.

Dan malam ini, sebelum aku menulis ini, aku mendengar suara desis dari bawah ranjangku. Aku tahu, malam ini, sesuatu akan berubah. Apakah aku masih akan terbangun esok pagi? Atau aku akan menjadi bagian dari rahasia gelap ibu tiriku?

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0