Malam Mencekam Berburu Rumah Bersama Werewolf dan Vampir

Oleh VOXBLICK

Rabu, 05 November 2025 - 04.40 WIB
Malam Mencekam Berburu Rumah Bersama Werewolf dan Vampir
Berburu rumah bersama makhluk malam (Foto oleh Gundula Vogel)

VOXBLICK.COM - Angin malam itu terasa menggigit, menusuk hingga ke tulang. Kota tua ini memang tak pernah benar-benar tidur, bahkan ketika jam menunjukkan pukul sebelas malam. Aku, dengan tangan gemetar dan napas yang tersengal, berdiri di depan sebuah rumah tua yang katanya sudah lama kosong. Malam itu, aku seharusnya hanya ditemani oleh agen properti. Tapi takdir berkata laindua sosok aneh bergabung dalam perburuan rumahku: seorang pria berwajah tirus dengan sorot mata tajam, dan seorang wanita tinggi besar dengan taringnya yang samar terlihat saat tersenyum.

Mereka memperkenalkan diri dengan nama yang sulit kuingat, tapi sapaan mereka menggema di benakku: "Panggil saja kami Vlad dan Lupa." Agen properti hanya mengangguk, seolah sudah terbiasa dengan kehadiran mereka.

Aku menelan ludah, mencoba meredakan kegelisahan. Namun, setiap langkah kami di lorong remang-remang itu, suara lantai kayu tua berderit seolah memperingatkanku untuk segera pergi.

Malam Mencekam Berburu Rumah Bersama Werewolf dan Vampir
Malam Mencekam Berburu Rumah Bersama Werewolf dan Vampir (Foto oleh patrice schoefolt)

Langkah Pertama: Pintu yang Tak Pernah Terkunci

Vlad menatapku dengan senyum tipis. "Rumah ini punya sejarah panjang," bisiknya pelan. Aku memperhatikan jemarinya yang pucat, hampir transparan, saat ia membuka pintu depan tanpa kunci.

Tidak ada suara alarm, tidak ada suara burung malamhanya keheningan yang menekan dada. Lupa, dengan napas berat dan aroma tanah basah yang aneh, menyusuri koridor gelap lebih dulu. Setiap kali ia menoleh, matanya seakan berpendar dalam cahaya redup.

Di ruang tamu, aku merasa seolah ribuan mata menatap dari balik kegelapan. Vlad menunjuk ke perapian kuno, "Tempat ini pernah menjadi saksi banyak malam berdarah." Aku tertawa gugup, berharap itu hanya lelucon.

Tapi tawa Vlad terdengar terlalu datar, terlalu dingin.

Keanehan yang Tak Terelakkan

Kami melangkah ke lantai dua. Lupa menyorotkan senter ke sebuah kamar tidur yang pintunya tertutup rapat. "Kau ingin melihat pemandangan malam dari sini?" tanyanya. Aku ragu, tapi langkah kakiku mengikuti suara mereka.

Dari balik jendela, bulan purnama menggantung berat di langit. Cahaya peraknya menyoroti wajah Vlad, membuatnya tampak semakin menyeramkan.

  • Udara di ruangan itu mendadak dingin, seperti ada yang menghisap semua kehangatan.
  • Bayangan di sudut ruangan bergerak-gerak, meski tidak ada angin.
  • Lupa mendekat ke jendela, matanya berubah kekuningan saat ia menatap bulan.

Di luar, suara lolongan serigala tiba-tiba memecah keheningan. Aku mundur, jantungku berdegup semakin cepat. Vlad menepuk bahuku, "Tenang saja, malam ini mereka hanya mencari teman."

Ritual Rahasia di Tengah Malam

Tiba-tiba, lampu-lampu rumah padam serempak. Kegelapan pekat menelan segalanya. Aku mendengar suara bisikan dalam bahasa asing dari arah Vlad dan Lupa. Aroma logam tercium samar di udara.

Mereka berdiri berdampingan, tubuh mereka bergetar dalam irama yang aneh, seolah mengikuti musik yang hanya mereka dengar.

Aku membeku, ingin lari tapi kakiku terpaku di lantai. Vlad mendekat, wajahnya hampir menempel di telingaku. "Bukan rumah ini yang memburumu," bisiknya, "tapi kami yang memilihmu."

Lupa mengulurkan tangannya, kukunya berubah tajam. "Malam ini, kau harus memilih: bertahan di sini bersama kami, atau menjadi bagian dari legenda yang tak pernah selesai."

Dibalik Tawa, Tersimpan Rahasia

Aku menatap wajah mereka yang dipenuhi senyum aneh. Suasana semakin mencekam. Tawa mereka menggema di seluruh rumah, menari di antara bayangan dan bisikan.

  • Jendela-jendela terkunci sendiri, tak ada jalan keluar.
  • Bayangan Vlad menempel di dinding, bergerak tak seirama dengan tubuhnya.
  • Lupa mengendus udara, seolah mencium aroma ketakutan.

Aku sadar, perburuan rumah kali ini bukan sekadar mencari tempat tinggal. Aku telah masuk ke dalam perangkap malam, bersama makhluk yang tak pernah benar-benar meninggalkan legenda mereka.

Di tengah keheningan, terdengar suara langkah kaki lain dari bawah. Seseorangatau sesuatusedang naik perlahan ke lantai dua. Vlad dan Lupa menoleh bersamaan, wajah mereka berubah serius.

Lupa berbisik, "Sepertinya, kita semua akan kedatangan tamu baru malam ini."

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0