Misteri Pria di Foto Lama yang Menghantui Malamku
VOXBLICK.COM - Aku tak pernah mengira sebuah foto tua yang kutemukan di loteng rumah nenek akan menjadi awal dari malam-malam penuh ketegangan yang menguras nyali. Setiap kali memikirkan kembali kejadian itu, bulu kudukku masih saja meremang, seolah-olah sosok pria di foto itu masih mengawasiku dari sudut gelap kamar.
Hari itu, hujan deras membasahi jendela ketika aku memutuskan membereskan loteng yang selama ini hanya menjadi sarang debu dan kenangan.
Tumpukan kotak-kotak kardus, surat-surat lusuh, dan album foto tua menjadi temuan biasa sampai mataku terpaku pada satu bingkai kayu berdebu. Di dalamnya, terjepit sebuah foto hitam putih yang warnanya sudah memudar.
Ada lima orang di foto itu. Empat di antaranya adalah keluargaku yang kutahu: nenek, kakek, ibu, dan paman. Tapi yang kelima, seorang pria berdiri paling pinggir, mengenakan jas tua dengan tatapan kosong menembus kamera. Aku mengernyit.
Tak pernah ada cerita tentang pria itu di keluarga kami, dan tak ada satu pun anggota keluarga yang mengenal wajahnya.
Bayangan yang Mengintai Malam Hari
Malam itu, rasa penasaran berubah menjadi ketakutan. Aku merasa ada yang aneh sejak foto itu kubawa turun dari loteng. Angin dingin menusuk dari celah jendela, dan lampu kamar tiba-tiba meredup.
Aku mencoba mengabaikan, tapi suara langkah kaki berat terdengar dari lorong. Aku menahan napas, menunggu dalam diam. Namun, tak ada siapa-siapa ketika kuperiksa.
- Suara pintu berderit, padahal semua pintu tertutup rapat.
- Aroma parfum tua yang samar, meski aku sendirian di rumah.
- Sosok bayangan melintas di cermin ketika aku berpaling.
Satu demi satu keanehan muncul, dan setiap kali aku kembali menatap foto itu, tatapan pria asing itu tampak semakin tajam dan hidup. Seolah-olah dia tahu aku menatapnyaatau lebih buruk, menantikan aku.
Rahasia Gelap di Balik Foto Lama
Tak tahan dengan rasa takut, esoknya kutanya ibuku tentang foto itu. Wajahnya langsung pucat, dan suaranya bergetar. "Buang saja... Jangan pernah simpan foto itu," katanya sambil memalingkan wajah. Tapi rasa ingin tahuku terlalu besar.
Malamnya, aku meneliti kembali foto tersebut dengan kaca pembesar.
Di sudut foto, tergores samar sebuah nama: "R.M." dan tahun yang sudah nyaris tak terbaca. Saat aku menyentuh bagian itu, tiba-tiba suhu ruangan turun drastis.
Lampu padam, dan aku mendengar bisikan pelan di telingaku, "Jangan ungkapkan rahasia ini..."
Malam Penuh Ketegangan yang Tak Pernah Usai
Sejak malam itu, pria di foto lama itu kerap muncul dalam mimpiku, berdiri membelakangiku di lorong rumah dengan senyum tipis yang mengerikan. Malam terakhir sebelum aku menulis kisah ini, aku terbangun oleh suara pintu lemari yang terbuka sendiri.
Di sana, tergeletak foto tua itu, meski sebelumnya sudah kukunci di laci bawah. Dan di balik foto, kini ada coretan baru dengan tinta merah:
- "Aku di sini."
- "Malam ini giliranmu."
Tak ada lagi suara, hanya detak jantungku yang berpacu melawan ketakutan. Aku menutup mata, berusaha mengusir bayangan sosoknya.
Tapi ketika kubuka mata, kulihat pantulan pria itu di jendela, berdiri tepat di belakangkusenyumnya lebih lebar dari sebelumnya. Lampu kamar padam, dan semuanya berubah menjadi gelap pekat.
Sejak saat itu, tak ada yang tahu apa yang terjadi padaku. Tapi jika suatu malam kau menemukan foto tua yang tak kau kenal asal-usulnya, lihatlah dengan saksama. Barangkali, pria itu kini sedang mengawasimu juga.
>Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0