Kolam Kecilku Menjadi Kuburan Rusa Setiap Malam
VOXBLICK.COM - Malam-malam di pedesaan selalu menghadirkan ketenangan yang menipu. Aku sudah terbiasa dengan suara jangkrik dan angin yang menggesek dedaunan. Namun, sejak beberapa minggu terakhir, satu-satunya suara yang terus terngiang di telingaku adalah bunyi teriakan lirihsuara rusa yang seolah-olah meratap pilu sebelum kematiannya. Kolam kecil di belakang rumah, yang biasa kupandang sebagai oase penyejuk, kini berubah menjadi kuburan rusa setiap malam.
Suara di Balik Kabut
Aku mulai menyadari keanehan itu saat pagi pertama di bulan lalu. Seekor rusa muda tergeletak di tepi kolam, bulu lehernya basah, matanya terbuka lebar menatap langit. Tidak ada luka, tidak ada darah. Hanya raut ketakutan yang begitu nyata.
Aku pikir itu hanya kecelakaanmungkin rusa itu terpeleset saat minum. Namun, malam-malam berikutnya, seekor demi seekor rusa ditemukan mati di tempat yang sama, dengan ekspresi yang sama. Setiap pagi, aku menemukan tubuh-tubuh itu membeku di bawah sinar matahari yang baru muncul.
Rasa Penasaran yang Meningkat
Rasa takut dan penasaran bercampur aduk, mendorongku untuk berjaga suatu malam. Aku duduk membeku di balik jendela, lampu dimatikan, mengamati kolam dengan napas tertahan.
Kabut tipis menggantung di atas air, bergerak pelan seperti tangan-tangan halus yang mengundang. Lalu, dari balik pepohonan, muncullah seekor rusa jantan. Dengan langkah ragu, ia mendekati kolam, menundukkan kepala untuk minum.
Detik berikutnya, permukaan air beriak. Bayangan hitam menyeruak naik, samar tapi jelas, seperti tangan yang menyentuh kaki rusa. Rusa itu tersentak, berusaha kabur, namun seolah ada sesuatu yang menahanatau memanggilnya.
Ia terdiam, tubuhnya perlahan-lahan rebah di tanah, napasnya tercekat. Aku tak mampu berbuat apa-apa, hanya menatap dari kejauhan, tubuhku kaku dihantui rasa takut yang tak pernah kurasakan sebelumnya.
Rahasia di Dasar Kolam
Keesokan harinya, aku memberanikan diri mendekati kolam. Airnya tampak lebih keruh dari biasanya, seperti menyimpan sesuatu di bawah permukaan. Aku mengambil tongkat, mengaduk-aduk lumpur di dasar kolam.
Jantungku nyaris berhenti ketika ujung tongkat menyentuh sesuatu yang keras. Dengan perlahan, aku mengangkatnyatulang belulang rusa, bercampur dengan bulu-bulu basah, dan... sisa-sisa lainnya yang tak bisa kuidentifikasi.
- Bau amis dan busuk menusuk hidung, lebih parah dari bau bangkai biasa.
- Di antara tulang-tulang itu, ada sesuatu yang anehseperti cangkang tipis berwarna keperakan, berkilau di bawah air.
- Kolam kecil itu, yang mestinya tak dalam, ternyata menyimpan lubang gelap di dasarnya.
Tak ada penjelasan logis yang sanggup kuterima. Setiap malam, kolam itu kembali menelan korban. Setiap pagi, aku hanya bisa mengubur bangkai-bangkai rusa dengan tangan gemetar.
Bisikan di Tengah Malam
Beberapa malam kemudian, aku terbangun karena suara anehseperti bisikan, atau rintihan penuh derita. Kupejamkan mata, berharap itu hanya mimpi buruk. Namun suara itu semakin nyata, dan kini terdengar seperti memanggil namaku. "Kemarilah... lihatlah..
." Aku berjalan setengah sadar menuju kolam. Kabut semakin tebal, menggumpal di atas air. Di sana, aku melihat bayangan rusa-rusa yang telah mati, berdiri di tepi kolam, menatap padaku dengan mata kosong.
Mereka bergerak perlahan, masuk ke dalam air, menghilang satu per satu. Dan di antara mereka, ada sosok lainlebih besar, lebih gelap, tidak menyerupai hewan apa pun yang pernah kulihat.
Sosok itu menoleh padaku, matanya merah menyala, dan tanpa suara, mulutnya bergerak membentuk kata-kata yang tak bisa kupahami.
Kolam Kecilku, Kuburan yang Tak Pernah Kenyang
Sejak malam itu, aku tak berani lagi mendekati kolam. Namun suara-suara itu tetap datang, setiap malam, semakin jelas. Kadang aku melihat jejak lumpur di teras belakang, seolah ada sesuatu yang keluar dari kolam mencari mangsa baru.
Bahkan, pagi ini, aku menemukan bekas tapak rusa di depan pintu rumahkutapi kali ini, tapaknya jauh lebih besar dari rusa mana pun yang pernah kulihat.
Aku menulis ini dengan tangan gemetar, karena malam semakin larut dan suara bisikan itu kini terdengar di balik jendela. Apakah kolam kecilku masih hanya menjadi kuburan rusa setiap malam, atau... kini sudah mengincar penghuni rumah tua ini?
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0