Rahasia Goresan Misterius di Dinding Kamar Malam Itu

Oleh VOXBLICK

Jumat, 09 Januari 2026 - 00.15 WIB
Rahasia Goresan Misterius di Dinding Kamar Malam Itu
Goresan misterius di dinding kamar (Foto oleh Pixabay)
< lang="id"> Rahasia Goresan Misterius di Dinding Kamar Malam Itu

VOXBLICK.COM - Malam itu, jam dinding di kamarku baru saja berdentang dua belas kali. Udara terasa begitu berat, seolah ada sesuatu yang menekan seisi kamar. Lampu meja menyala redup, menyorot bayangan-bayangan gelap di sudut ruangan. Aku terjaga, menatap langit-langit, berusaha menenangkan dada yang sesak tanpa alasan. Suara malam yang biasanya sunyi tiba-tiba terasa terlalu hening, membuat detak jantungku sendiri terdengar begitu keras.

Aku mengira hanya imajinasiku saja yang bermain, sampai sebuah bunyiseperti kuku yang menggores permukaan kayuterdengar samar dari arah dinding di sebelah tempat tidurku.

Aku menahan napas, mencoba meyakinkan diri kalau itu hanya suara tikus atau ranting pohon yang tertiup angin. Tapi tidak. Suara itu semakin jelas, perlahan namun pasti, seperti seseorang atau sesuatu sedang menuliskan sesuatu di balik dinding.

Rahasia Goresan Misterius di Dinding Kamar Malam Itu
Rahasia Goresan Misterius di Dinding Kamar Malam Itu (Foto oleh Çağatay Demir)

Awal Ketakutan di Malam Sunyi

Aku menarik selimut hingga menutupi dagu, menunggu suara itu lenyap. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Goresan-goresan misterius itu semakin menjadi-jadi, kini terdengar seperti sedang membentuk pola di balik cat tembok.

Aku memberanikan diri untuk duduk, menyalakan lampu utama kamar, dan menatap dinding tempat suara itu berasal. Tidak ada apa-apasetidaknya begitu pikirku.

Namun saat aku mendekat, samar-samar tampak goresan-goresan tipis, seperti bekas kuku yang dengan paksa mengoyak cat tembok. Goresan itu belum ada tadi siang, aku yakin.

Helaan nafasku berembun di kaca jendela, membuat bayanganku sendiri tampak asing dan menakutkan.

Kisah Goresan yang Membentuk Pesan

Malam berikutnya, aku kembali terjaga oleh suara serupa. Kali ini, goresan di dinding semakin banyak. Ada lima hal yang membuatku semakin takut:

  • Bentuk goresan menyerupai huruf-huruf yang tak kukenal.
  • Suara hanya terdengar saat aku sendirian di kamar, seolah-olah sesuatu tahu siapa yang ada di dalam.
  • Setiap kali aku hapus dengan cat, goresan itu muncul lagi keesokan malamnya.
  • Udara kamar mendadak menjadi dingin dan lembab setiap kali suara itu terdengar.
  • Pernah sekali aku melihat bayangan tangan kurus menempel di dinding, lalu menghilang secepat kilat.

Aku mulai mencurigai sesuatu yang lebih dari sekadar tikus atau retakan tembok. Setiap malam, suara itu datang, goresan bertambah, dan pola aneh seperti tulisan kuno mulai terlihat jelas.

Aku mencoba memotret dan mencatat setiap perubahan, tapi besok paginya, ponselku selalu hang, dan foto-foto itu hilang begitu saja.

Dialog yang Tak Pernah Ada

Suatu malam, aku nekat berbicara pada dinding. "Siapa kamu? Apa yang kamu mau?" tanyaku dengan suara bergetar. Tidak ada jawaban. Hanya bunyi goresan yang semakin keras, seolah marah karena aku telah menyadari kehadirannya.

Tiba-tiba, listrik padam. Aku terjebak dalam kegelapan total, hanya ditemani suara napasku sendiri dan... goresan itu.

Dalam gelap, aku meraba dinding, merasakan bekas-bekas goresan yang kini terasa cekung, dalam, dan dingin seperti batu nisan. Tiba-tiba, suara berbisik nyaris tak terdengar menyusup ke telingaku, "Sudah terlalu lama aku di sini..."

Malam Terakhir yang Menggantung

Malam itu, aku tak tidur sama sekali. Pagi harinya, aku memutuskan untuk mengungsi ke ruang tamu. Namun, sebelum keluar, aku menoleh sekali lagi ke arah dinding kamar.

Mataku membelalakgoresan-goresan itu kini membentuk kata: "JANGAN PERGI".

Aku membeku. Ketika aku berbalik, aku melihat bayangan hitamtinggi, kurus, dengan tangan penuh lukaberdiri tepat di pojok kamar. Tidak bergerak, hanya menatapku dengan mata kosong.

Lampu tiba-tiba menyala sendiri, dan sosok itu menghilang begitu saja. Tapi suara goresan di dinding masih terdengar, jauh lebih keras dan marah daripada sebelumnya.

Sampai hari ini, setiap malam, aku mendengar suara itu. Goresan-goresan misterius di dinding kamar tidak pernah hilang, bahkan semakin banyak, seolah menunggu sesuatuatau seseoranguntuk kembali menghuni kamar itu.

Aku tak pernah lagi berani tidur di sana, tapi... terkadang aku mendapati nama aku sendiri tergores di dinding ruang tamu.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0